Perpustakaan Desa Jendela Ilmu - Terkadang sukses itu tak selalu berjalan mulus, dalam menjalani proses, kegagalan-kegagalan pastilah menjadi biang lelah yang membuat kita bosan dan enggan melewati proses menuju sukses.
Anonim berkata “ Sebuah Permata tidak akan dapat diproses tanpa gesekan, demikian juga dengan seseorang, ia tidak akan menjadi sukses tanpa rintangan”. Orang-orang yang sukses punya momentum semakin sukses mereka, akan semakin ingin mereka lebih sukses dan semakin mungkin mereka menentukan jalan menuju kesuksesan sama seperti kegagalan semakin sering kita ingin gagal, kita akan terperangkap dalam spiral kegagalan.
Di Sidodadi Kecamatan Penarik, ada seorang warga desa bersuku jawa, beranak dua menjemput mimpi didesanya sendiri bernama Solikhin, pemuda yang kesehariannya sebagai perangkat desa ini memiliki kegigihan untuk membahagiakan keluarga kecilnya. Tidak banyak waktu yang ia luangkan untuk melakukan kegiatan yang sia-sia, ia berusaha menggunakan waktu disela-sela istirahatnya dengan mencetuskan ide-ide brilian demi kemajuan desanya. Sehingga banyak sekali karya yang ia ciptakan, salah satunya adalah menjetus sebuah program Desa yakni SISAIN yang memiliki kepanjangan Sidodadi Sadar Informasi dan dibalut menjadi sebuah “Desa Digital”. Dari program ini ia pun terpikir untuk membuat suatu kreatifitas yang nantinya bisa meramaikan desanya di bidang informasi.
Selain itu sejak awal memang ia sudah tertarik dengan dunia hidroponik, tidak jarang ia mencari informasi tentang dunia Hidroponik di sosial media melalui androidnya namun terkadang sinyal yang tidak mendukung membuat pencarian infonya terputus-putus, sehingga kegagalan untuk memulai memproses hidroponik lagi-lagi terhambat.
Kemudian suatu ketika Solikhin berkunjung ke perpustakaan untuk mengikuti rekor lembaga sebagai perangkat desa yang ia emban, setelah kegiatan selesai ia bercengkrama dengan anak-anak perpustakaan yang kebetulan berkunjung saat itu, tidak lama setelah itu ia pun melihat koleksi buku yang tertata rapih di rak buku perpustakaan, tak disangka baginya ternyata tutorial hidroponik yang ia inginkan selama ini ada didalam buku koleksi perpustakaan yang ia baca ketika itu, hatinya begitu lega. Terbayang sudah mimpi-mimpi yang selama ini terkubur dibenaknya akan segera terwujud. Tak menunggu lama ia pun izin kepada pengelola perpustakaan untuk meminjam buku tersebut, sesampainya di tempat kerja ia mulai membaca bait demi bait sembari memahami isi buku.
Waktu demi waktu pun berlalu, Solikhin tidak lagi risau dengan apa yang ia niatkan, geraknya begitu cepat untuk membuat tanam sayur dengan sistem hidroponik diatas lahan 6x4meter ia memulai aksinya, awalnya tak banyak bahan yang ia pakai hanya beberapa paralon saja. Tahun 2020 awal mimpinya terwujud sedikit-demi sedikit ia mulai merasakan hasilnya tak jarang ia meminjam buku untuk dijadikan inspirasi, jenis sayuran yang ia tanam pun beragam mulai dari bayam, kangkung, sawi pakcoy dan selada.
Tak sampai disitu, Solikhin pun sekarang menjadi motifator bagi teman-temannya tak jarang teman-temannya bertanya tentang kesuksesan ini karna mereka tahu benar bahwa hasil dari hidroponik yang ia jalani bisa meraup untung yang lumayan yaitu bisa mencapai 1 juta perbulan, setelah media tanam nya ditambah, selain itu juga Solikhin sering diundang kedesa-desa tetangga untuk menjadi narasumber tutorial tanam sayur sistem hidroponik, dalam kegiatan itu Solikhin juga mempromosikan perpustakaan desanya. Sehingga hal ini berdampak sangat positif untuk Solikhin sendiri dan juga perpustakaan desa sidodadi. (Apriyanti)